To Be a Kpop Lover- part I

by - 13.33

http://samdeiza.blogspot.com/2013/04/to-be-kpop-lover-part-1.html
Untuk malem ni i just wanna say dadah to gunung sumbing.....
ternyata kita tak berjodoh kali ini
padahal beta sudah sengaja menjebol tanggul biar bis nya g bisa lewat demak n pendakian ditunda, ternyata masih ada kudus. Sayangnya sunan kudus tidak mau berafiliasi. huft!

semoga ada kesempatan laen lah.....

gue juga have to say dadah too to gunung muria.....
maaf g bisa menginjak puncak mu lagi untuk kedua kali...

dua gunung lewat.

okhay. Meski hati masi pilu, blog tetep harus diapdet
dan sekarang gw mw sharing tahtal maudhu....

"kayfa litakuuna qiifuuf luuufir jayyidan"


yah....jujur, emang gada artikel lain yang   bisa gue share selain ini. Tapi April ini g boleh kosong melompong sama sekali.
Dan ini juga mengingat betapa disana banyak yang mempertanyakan, kenapa koq sosok Ahmad Setiaji yang hampir punya kepribadian sempurna ini

(bentar, ambil ember dulu....
hooooeeeekkk...)

bisa suka sama yang namanya dunia K-pop

ok, lets start...

hampir nihil kemungkinannya sebenernya untuk gue suka K-pop, mengingat  K-pop ini populer lewat media. Dan sejak gue SMP gue sudah terisolasi dari media.  Liburan? saia lebih sering menghabiskan liburan di atas kasur, merancang pulau pulau baru di bantal saia.(iniilah mungkin mengapa Indonesia menjadi negara kepulauan, dimana rakyatnya lebih suka tidur dibanding berkarya). Sekalinya nonton Tv juga nontonnya ya klo g spongebob ya Dora, dan ini mungkin penyebab keterbelakangan mental yang gue alami sekarang.Jadi inget dulu pas gue masih kelas 4 SD

Saat itu Deddy Corbuzier masih menjadi pesulap fenomenal yang belom bergaul ama Tukul (sehingga belum kepengen bikin acara Hitam Putih). Pulang TPQ seperti biasa gue mantengin TV untuk liat Sakura. Di sela sela iklan gue pindah ke cahnel lain dan ternyata sedang ada live show Dedy di situ.

"kali ini saia ingin mengajak anda semua bermain dengan angka angka"

gue fokus

"dan saia ingin kita semua, saia dan anda dirumah untuk sama sama bermain, berkomunikasi satu sama lain dengan pikiran kita"

"tolong siapkan selembar kertas dan sebuah bolpoin di tangan anda sekarang"

Gue masih fokus. Agak penasaran

"sudah?"

"anda! tolong siapkan kertas dan bolpoin di tangan anda sekarang juga!"

me: ????

"iya anda! jangan hanya duduk menonton. Saia sudah bilang sejak awal kita terlibat komunikasi satu sama lain dengan pikiran kita. Saia tau apa yang sedang anda lakukan. Maka sekarang juga siapkan selembar kertas dan sebuah bolpoin."

Glek!

karna merasa si Dedy lagi bener bener ngomong sama gue dan tau apa yang gue kerjakan, gue langsung ambil buku tulis sama pensil seketika itu juga.

"ya, pake pensil juga tidak apa apa"

glek!  iini si rambut lancip canggih banget si?!

dan selanjutnya gue ikutin semua instruksi dia dalam permainan tersebut sampe pada akhir permainan ternyata semua tebakannya bener. Dan gue sangat terpengaruh dengan ini

Besoknya ada tayangan perdana Dora the explorer

"ayo teman teman, bantu kami mendayung perahu ini hingga sampai ke sebrang sana"

gue fokus

"ayo, kamu harus bantu kami agar kami bisa sampai ke sebrang sana."

gue kepikiran, jangan jangan ini sama kea yang kemaren sore

gue siap siap posisi dayung

"ucapkan dayung. Dayung. Dayung Dayung"

me: "Dayung. Dayung. Dayung. Dayung>"

"lebih keras! DAYUNG. DAYUNG. DAYUNG. DAYUNG!!"

me: " DAYUNG. DAYUNG. DAYUNG. DAYUNG"

ade gw: "lagi ngapain bang?"

dayung nya langsung gue umpetin.

tapi Alhamdulill;ah Dora nya sudah sampe sebrang.

"terimakasih atas bantuan kalian. Tanpa bantuan kalian, kami tidak akan bisa sampai sebrang untuk bertemu si penyihir jahat."

lalu kursor komputer menunjuk ke arah jaring yang ada di tengah jalan yang harus di lalui Dora

"o... jalannya tertutpi oleh jaring. Kita butuh gunting untuk memotongnya"

"kami butuh bantuan kalian"

tanpa mendengar aba aba selanjutnya gue langsung lari ke dapur

"mak, pinjem gunting."

"buat apaan?"

"udah cepet, penting banget ini. lagi gawat"

"tuh, diatas meja"

lalu lari lagy ke depan TV dan siap siap menggunting

" katakan bersama sama. Gunting. Gunting. Gunting."

me: "Gunting. Gunting. Gunting."

"Lebih kuat! GUNTING GUNTING GUNTING"

me: "GUNTING GUNTING GUNTING"

ade gue: "mamah............. bang aji lagi ngapain si mah?"

emak gue langsung ngeliat gue. gunting alngsung gue umpetin.

dora: "GUNTING GUNTING GUNTING!!"

ME: gunting masih gue sembunyiin (aduh....gimana iniiiiihhhhh???)"

Dora: "yeiy......kita berhasil mengguntingnya....terimakasih telah membantu kami menggunting jaringnya hingga selesai"

me: (ngeluarin gunting nya, truz gue liatin) 'tapi kan gunting nya gue umpetin. Koq bisa?'

me: 'oh, mungkin ada orang lain yang udah bantuin selain gue'

lalu sampai dibagian akhir

"bantu kami menemukan swiper"

dan setiap kali gue liat swiper gue nunjuk nujuk tv dengan keras. saking gedeg nya karna si Dora lola banget gue ampe teriak teriak g jelas

"HEHH! ITU DISITU SWIPERNYA ONENG! DISITUHHHHH!"

dan si Dora masih aja belaga pilon

sumpah pada saat itu gue merasa sebagai makhluk terbodoh di muka bumi

melebihi patrick bahkan




You May Also Like

1 komentar